logoblog

Cari

Tutup Iklan

Shampoo Tanpa Busa

Shampoo Tanpa Busa

Ini cerita dari kampung saya, asli lho.... Pada suatu hari Amaq Adnan pulang dari sawah. Rambutnya kumal karena terkena oleh getah tembako,

Humor

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
27 September, 2014 07:42:23
Humor
Komentar: 8
Dibaca: 6215 Kali

Ini cerita dari kampung saya, asli lho....

Pada suatu hari Amaq Adnan pulang dari sawah. Rambutnya kumal karena terkena oleh getah tembako, maklumlah tadi ia bekerja di lahan tembakau yang dibudidayakannya. Adzan Dzuhur terdengar sayup-sayup ditelinga. Amaq Adnan bergegas untuk mandi. Sesampai di kamar mandinya, Ia mencari shampoo untuk membersihkan getah tembako yang mengotori rambutnya.  Ternyata shampoo di kamar mandinya sudah habis.

Sri….Sri…Sri… Amaq Adnan memanggil-manggil anak perempuannya. Tujuannya sih untuk menyuruh sang anak supaya membelikan-nya shampoo. Beberapa kali ia memanggil-manggil anak-nya, namun tidak ada jawaban. Sambil menggerutu Amaq Adnan keluar rumah dan berjalan menuju kios yang berada di dekat rumahnya.

Sesampai di kios itu, Amaq Adnan memanggil si pemilik kios. Sayangnya si pemilik kios sedang sibuk di dapur. “te beli sampoo”, teriak Amaq Adnan. “beitang bedirik de tini, mene nyekang ku mindang”, jawab si pemilik kios, yang maknanya "ambil saja sendiri, aku sedang membuat pindang".

Mendengar jawaban Inaq Raehun (pemilik kios), Amaq Adnan langsung pilih shampoo yang digantung berjejer di depan kios. Di deretam shampoo itu juga tergantung Puyer Cap 19 (obat sakit kepala). Karena kebingungan Amaq Adnan langsung saja mengambil Puyer Cap-19, beliau kira Puyer itu juga shampoo. Maklumlah Amaq Adnan tidak bisa baca tulis.

Raehun,,, saya sudah ambil shampoo-nya.

Iay, taruh saja bayarnya di situ, jawab si pemilik kios.

Aok aneh, kata Amaq Adnan sambil menaruh uang-nya di atas toples yang berjejer di depan kios.

Amaq Adnan bergegas pulang, 4 saset puyer di pegang dengan tangan kirinya. Sesampai di rumah-nya, Amaq Adnan langsung masuk kamar mandi dan beliau-pun bergegeas mandi. Heheee… mulailah Amaq Adnan shampoo-an. Satu saset Puyer dituang di atas rambutnya, nah sastu saset shampoo-nya tidak bisa berbusa. Dia kira getah tembako terlalu banyak di rambutnya makanya shampoo yang dipakai belum bisa berbusa.

Amaq Adnan menuang satu saset lagi, tetapi sama saja belum bisa menghasilkan busa dan hingga saset ke-empat habis ia pakai tetapi tetap saja tidak bisa berbusa. Ahirnya Amaq Adnan membilas rambutnya. “lho… kenapa rasanya pahit”, kata Amaq Adnan, karena air yang mengguyur rambutnya jatuh ke bibir-nya. Achhh…. Mungkin karena getah tembakaunya terlalu banyak, kata laki-laki setengah baya itu.

Karena merasa penasaran, Amaq Adnan-pun berniat untuk membeli shampoo lagi sambil menanyakan kenapa shampoo yang dia pakai tidak bisa berbusa.

Singkat cerita Amaq Adnan pergi lagi ke kios yang tadi.

Raehun…. Panggilnya.

Ea… ada apa semeton ?

Kenapa sahampoo yang saya beli tadi tidak bisa berbusa ?,

Emang shampoo apa yang side ambil tadi ?, tanya Inaq Rehun.

 

Baca Juga :


Shampoo yang ini, kata Amaq Adnan sambil menunjukkan bungkus Puyer kepada Inaq Rehun.

Hahahaha….., Inaq Rehun langsung tertawa terbahak-bahak melihat bungkus puyer itu.

Lho… kenapa kamu ketawa, tanya Amaq Adnan dengan wajah terheran-heran.

Lasingan, Neinik be ke kowok (berbusa), kanjak Puyer obat sakit otak ini.

Masak ke, kan gambarnya orang lagi sampoo-an ini.

Bukan,,,, itu bukan gambar orang shampoo-an, tetapi itu gambar orang yang sedang sakit kepala. Jelas Inaq Raehun sambil menertawai-nya.

Adduhhhhh paptut,,,, padahal saya sudah pake empat bungkus tetapi tidak bisa berbusa. Kata Amaq Adnan, malu.

Lasingan kenapa side ambil puyer, kan di situ banyak shampoo yang saya gantung.

Ia karena semua-nya bergambar perempuan makanya saya pilih ini yang gambarnya laki-laki dan pegang kepala. Kata Amaq Adnan dengan wajah malu.

Aok ke, ni saya kasih sudah side shampoo, tidak perlu dibayar. Kata si pemilik kios sambil terus tertawa.

Amaq Adnan hanya manggut-manggu dan langsung pulang dengan rasa malu.

Hari itu-pun, berita tentang kekeliruan Amaq Adnan tersebar di seluruh kampung, sehingga Amaq Adnan di panggil dengan nama Amaq Puyer dan gelar puyer itu masih di sandang hingga sekarang.

Hahahaaaaaa….. Ampo Eline Uden Etus Ne,, begitulah anak-anak kecil yang di kampung saya saat mengolok-olok Amaq Adnan atau anak-nya.

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

8 KOMENTAR

  1. KM. Pondok Kerakat

    KM. Pondok Kerakat

    04 Oktober, 2014

    Hede...... ampo eline Uden etus ne.....


    1. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      08 Oktober, 2014

      kalah-kalah amaq miwar ngomen fb.


  2. KM. Sajang Bawak Nao

    KM. Sajang Bawak Nao

    02 Oktober, 2014

    eh, itulah akibat tidak bisa CALISTUNG Makanya Ajar Warganya CALISTUNG!!!!!!!


    1. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      03 Oktober, 2014

      Dua tahun yang lalu Beliau pernah ikut KF tetapi tetep saja ga bisa baca sampe karang... ea maklumlah orang tua.


  3. KM Kaula

    KM Kaula

    27 September, 2014

    ternyata di zaman modern seperti sekarang masih saja ada hal seperti itu yang terjadi. kalau dikampung saya dulu ada orang pergi beli kaos lampu setrongking (lampu petromak) mulai dari toko-toko di loteng sampai di cakra tidak ketemu-ketemu karena setiap kali di keluarkan kaos lampu sama pemilik toko ia selalu bilang bukan yang itu, dan langsung pergi. sampai di toko terakhir di perlihatkan, ia bilang bukan, saya maunya yang bulat. karena yang dia cari yang sudah bulat berbentuk bola lampu. dia kira sudah seperti itu yang dijual.


    1. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      29 September, 2014

      Hahahaaaa,,,, ea semeton.. memang banyak cerita-cerita konyol dikampung sy. kalo masalah kaos lampu seterongking juga ada yang lucu di kampung sy. Tapi ceritanya beda.


  4. KM. Serambi Brangrea

    KM. Serambi Brangrea

    27 September, 2014

    wkwkwwkkk.......araq2 doang,,,,,sampai kaya di seganteng cakranegara dulu tentang cerita orang cadel mau beli "bodrexin" di kios pak Muksin (panggilan CIN). katanya si pembeli mau beli "godekcin",,,(pastinya pak muksin merasa tersinggung karena dipanggil Godek alias Monyet...cin)... ;> PIsss...


    1. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      29 September, 2014

      hahahaaaaa,,,, lucu juga orang cadel tu.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 

Komentar Terbanyak

 

image
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan