logoblog

Cari

Tutup Iklan

Gara-Gara Tengkiyu

Gara-Gara Tengkiyu

KM. Sukamulia – Marilah kita tertawa sebelum kita ditertawakan,,, heheee. Sahabat Kampung Media yang budiman, kali ini saya akan menceritakan tentang

Humor

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
26 Januari, 2015 22:00:04
Humor
Komentar: 0
Dibaca: 5240 Kali

KM. Sukamulia – Marilah kita tertawa sebelum kita ditertawakan,,, heheee. Sahabat Kampung Media yang budiman, kali ini saya akan menceritakan tentang seorang kusir Cidomo yang berasal dari Gunung Sari Lobar, sebut saja namanya Supirman. Ceritanya supir Cidomo ini tidak bisa berbahasa Inggris dan ia biasa mengantar muatan ke wilayah Gunung Sari hingga Senggigi.

Once upon a time (suatu hari), Supirman menunggu muatan di Pasar Gunung Sari, beberapa lamanya ia nonggkrong di atas Cidomo yang ia kusiri namun tidak ada satupun muatan yang datang menghampirinya. Karena ia bosan menunggu muatan di tempat itu maka Supirman memacu kuda yang menarik pedati Cidomo-nya ke jalur menuju Senggigi. Di tengah perjalanan ia distop oleh dua orang touris alias bule. Supirman langsung menghentikan Coidomo yang dikusirinya.

Can you take me to sesnggigi ? tanya bule itu kepada Supirman.

Supirman menganggu saja, ia hanya mengerti kata Senggigi. Oooo,, aning Senggigi ?

yes, I’am go to Senggigi, jawab si bule.

Yes,,, yess, yess, kata Supirman sambil mempersilahkan bule itu naik di Codomo-nya.

Singkat cerita, Supirman memacu Cidomonya menuju Senggigi. Selama di perjalanan, beberapa kali si bule mengajak Supirman berbicara namun Supirman hanya manggut-manggut sambil berkata yess saja. Maklum-lah, Supirman tidak mengerti bahasa Inggris.

Setelah kurang lebih 35 menit di perjalanan, mereka sampai di Senggigi dan si bule langsung menyuruh Supirman untuk menghentikan Cidomo-nya. Supirman bergegas menarik tali kemudi yang Cidomo, sekarang Cidomo sudah terhenti dan si bule langsung turun dan memberikan uang sejumlah dua ratus ribu kepada Supirman.

Supirman kebingungan, ia tidak tahu harus berkata apa untuk menanyakan bahwa si bule mau memberikan semuanya ataukah tidak. Sambil manggut-manggut Supirman menatap bule itu dan si bule langsung berkata Thank You kemudian meninggalkan Supirman.

Alhamdulillah, hari ini saya dapata rizki yang lumayan. Untung ada si bule, kata Supirman sambil melihat si bule yang berjalan menuju pantai.

Supirman membelokkan Cidomo-nya lalu memacunya menuju tempat biasa ia menunggu penumpang. Sesampai di pasar Gunung Sari, Supirman nongkerong lagi. Tidak beberap lama di tempat itu, beduk lohor mulai ditabuh dan Supirman memutuskan untuk pulang. Singkat cerita, Supirman sampai juga di kediamannya.

Setelah selesai makan siang, Supirman duduk-duduk sambil menikmati hidangan kopi bersama kakaknya, konon kakanya ini juga tidak bisa bahasa Inggris. Sambil ngopi, Supirman menceritakan kakaknya tentang bule yang memberikannya uang sejumlah 200 ribu.

Tadi Cidomo ku ditumpangi oleh seorang bule dan ia member ku ongkos 200 ribu.

Lalu apa yang ia katakana kepada mu, tanya sang kakak.

Bule itu hanya bilang, Tengkiyu, jawab Supirma.

Trus kamu ambil uang yang diberikannya.

Ia aku ambil-lah kanda, jawab Supirman dengan bangga.

Astagafirullah, kenapa kamu ambil uang itu ?

Supirman balik bertanya, memangnya kenapa ?

Kamu tau ga, apa arti tengkiyu ?

Aku ga tau, jawab Suparman dengan singkat.

 

Baca Juga :


Tengkiyu itu umpatan, berarti bule yang tadi itu mengumpat ibu bapak kita.

Astaga, kenangke jak endekne meno arti tengkiyu (astaga saya kira thanks you ga berarti seperti itu), kata Supirman sambil menepuk keningnya.

Iye owah artin tengkiyu, iye nyumpak nyenak papuk balok te sik owah ninggal laek (itu dah arti thanks you, dia mengumpat nenek moyang kita yang telah meninggal. Sekarang kamu cari bule itu dan kembalikan uang yang sudah ia berikan tadi, tegas sang kakak.

Okey sudah, sekarang sarang sumpak senak bule itu, kata Supirman.

Lasingan kamu, mengapa kamu mau terima uang itu tadi. Sama artinya kamu senang diumpat-umpat sama orang asing.

Tenang kanda, sekarang aku kembalikan uang itu sambil mengumpatnya denga kata tengkiyu.

Supirman langsung mengeluarkan Cidomo dan memacunya menuju Senggigi. Sesampai di sana, Supirman langsung mencari bule yang menumpangi cidomonya tadi siang. Supirman menemukan bule itu sedang duduk-duduk di pinggir pantai Senggigi. Supirman marah-marah sambil mengeluarkan uang yang diberikan oleh bule itu.

Hey bule,, tengkiyu, tengkiyu.

Bule itu tersenyem dan menjawab Thanks You.

Mendengar jawaban bule itu, supirman langsung memberikan uang yang diberikan oleh bule tadi, sambil menyerahkan uang itu Supirman ngomel-ngomel dengan raut wajah yang merah padam.

Kanso maik angen mek nyumpak nyenak papuk balok ku sik owah mate laek, ne kepeng mek belot be ye bule.

Melihat Supirman marah-marah sambil mengeluarkan uang yang diberikannya tadi, si bule manggut-manggut. Bule itu menyangkan bahwa ongkos yang diberikan tadi masih kurang dan Supirman meminta tambahannya. Karena tidak mengerti maka bule itu mengambil uang tadi dan mengembalikannya lagi kepada Supirman dengan tambahan 100 ribu.

Supirman tetap tidak mau menerima uang itu, dengan nada marah Supirman berulangkati berucap tengkiyu.

Karena si bule tidak mengerti dengan maksud Supirman maka bule itu beranggapan bahwa Supirman tidak mau menerima ongkos darinya dan ia pun memasukkan uang yang dikembalikan Supirman ke dalam saku celananya sambil berucak Thanks You Mister.

Mendengar perkataan itu, Supirman semakin geram dan terus berucap tengkiyu sambil meninggalkan si bule. Sedangkan si bule terheran-heran atas kebaikan Supirman yang tidak mau menerima ongkos yang telah diberikannya.

Hahahaaaaaa, ternyata parah juga kawan. Gara-gara tidak mengerti bahasa asing, Supirman tidak jadi mendapatkan uang, padahal tadinya ia sudah diberikan ongkos yang lumayan oleh bule yang menumpangi cidomonya. Hanya gara-gara kalimat Thanks You, Supirman kehilangan rezeki dan malahan marah-marah kepada bule yang menumpangi cidomonya.

Sahabat Kampung Media yang budiman, kisah ini kiranya bisa menjadi pelajaran bagi kita semua supaya kita tidak seperti Supirman dan saudaranya. Bahasa inggris merupakan bahasa dunia sehingga paling tidak kita mengerti kata-kata umum yang sering diucapkan oleh orang-orang asing yang menggunakan bahasa Inggris, lebih-lebih jika kita tinggal di wilayah wisata yang kerap dikunjungi oleh orang asing. Pembaca yang budiman, lewat cerita ini kiranya kita bisa menarik suatu kesimpulan bahwa tidak ada salahnya kita belajar bahasa asing (Inggris, Jepang, Kore, dan sebagainya) sebab jika kita tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh orang asing, bisa-bisa akan terjadi kesalah pahaman seperti apa yang dialami oleh Supirman dan saudaranya dalam cerita ini.

Ahirnya, kami berharap semoga cerita ini bukan hanya membuat kita tersenyum atau tertawa terbahak-bahak saja, namun semoga saja cerita ini dapat kita jadikan suatu pelajaran supaya kita tidak mengalami hal yang sama dengan tokoh dalam cerita ini. Kurang dan lebihnya mohon maaf dan Salam dari Kampung…

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 

Komentar Terbanyak

 

image
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan