logoblog

Cari

Tutup Iklan

Maya....oh Maya......

Maya....oh Maya......

Pada suatu malam sebuah melintaslah sebuah ambulan menaiki tanjakan Ncai Kapenta, tak jauh dari di atas Kelurahan Jatibaru Kecamatan Asakota Kota

Humor

Maya....oh Maya......


KM. Wadupa-a
Oleh KM. Wadupa-a
03 Maret, 2017 18:45:29
Humor
Komentar: 0
Dibaca: 7759 Kali

Pada suatu malam sebuah melintaslah sebuah ambulan menaiki tanjakan Ncai Kapenta, tak jauh dari di atas Kelurahan Jatibaru Kecamatan Asakota Kota Bima. namun wilayahnya sudah masuk Kabupaten Bima,  sebuah jalur curam mewuju Kecamatan Ambalawi dan Wera di Kabupaten Bima. Malam itu gerimis menambah seram pekat malam itu. Rembulan tak kunjung menampakkan cahayanya. Di dalam bilik kecil di belakang setir itu, seorang pria sebut saja namanya Ahmad semakin gelisa. Mesin mobil yang seharusnya sudah sampai di Wera tak kunjung hidup. Entah apa penyebabnya tiba-tiba saja mogok. Ahmad dan Usman, seorang rekannya yang menemani malam itu berupaya memutar otak bagaimana agar mobil bisa hidup sehingga segera tiba di Wera.

Belum sempat Ahmad dan Usman berpikir panjang, tiba-tiba dari jauh nama lamput sorot sebuah kendaraan. Ternyata sebuah bemo tua angkutan desa. Dari jauh nampaknya tidak ada penumpang yang diangkut. Segera saja Usman segera menghentikannya.

“Bau wali oto re?” tanya si supir bemo melongo melihat mobil ambulan yang mogok di tengah jalan tengah malam.

“Iyo babau kombi made kaina oto ke. Ronggara mogok na,” timpal Ahmad yang mengaku kebingungan mobil mogok di tengah jalan.

Setelah sempat ngobrol beberapa menit, Ahmad pun memberanikan diri meminta bantuan dari sang supir bemo tua malam itu.

“Loa bantu wa’a ja Mayat ara oto mada doho ake?” tanya Ahmad apakah supir berkenan mengangkut mayat yang ada di bagian belakang ambulan RSUD malam itu.

 

Baca Juga :


Tanpa berpikir lama, sang supir bemo tua itu langsung berupaya membantu Ahmad dan Usman yang sedang bingung malam itu. Sambil berjalan menuju pintu belakang ambulan sang supir setengah semangat membuka pintu ambulan. “Maya..... maya.... maya tu’u (bangun) maya,” katanya.

Ahmad dan Usman hanya bisa saling memandang. Dalam hati mereka menggerutu. “Na kacei la Maya, labo mayat ra wua arire”

Ahmad dan Usman tak habis pikir mengapa supir bemo tua itu berpikir bahwa yang akan diangkut malam itu adalah gadis bernama Maya. Padahal dari awal mereka sudah kasi tau bahwa yang akan dipindahkan ke bemo adalah mayat. (KM WP)

Sumber: diolah dari cerita warga Bima. Cerita ini tak bermaksud memojokkan kelompok maupun siapapun. Hanya untuk menghibur



 
KM. Wadupa-a

KM. Wadupa-a

Koordinator: FACHRUNNAS Email : kampungmediawadupaa@gmail.com Komunitas Jurnalisme Warga. Menyuguhkan Informasi seputaran Soromandi dan Wilayah Sekitar.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 

Komentar Terbanyak

 

image
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan